Jadikan Mading sebagai Media Penyuluhan di Posyandu

12-12-2012 15:28
Malang, (12/12) Majalah dinding atau mading adalah salah satu jenis media komunikasi tulis yang paling sederhana dan murah, namun bisa memberikan manfaat yang besar. Sebagai media informasi dan olah ekspresi tulisan, mading juga dapat meningkatkan minat baca, serta sebagai tempat mencurahkan ide atau gagasan.
Malang, (12/12) Majalah dinding atau mading adalah salah satu jenis media komunikasi tulis yang paling sederhana dan murah, namun bisa memberikan manfaat yang besar. Sebagai media informasi dan olah ekspresi tulisan, mading juga dapat meningkatkan minat baca, serta sebagai tempat mencurahkan ide atau gagasan. Atas dasar inilah kenapa mading dipilih Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang sebagai salah satu media penyuluhan di Posyandu. Guna memotivasi kader posyandu dalam menyiapkan media penyuluhan salah satunya mading, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, hari ini Rabu (12/12) menggelar lomba mading di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Bertindak sebagai juri antara lain: Desi Prahmatari, ST dari Dinas Kesehatan, Ir. Pamuji Handoko, MP dari Badan Keluarga Berencana, dan Kunsetiana dari Badan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh dua perwakilan kader dari 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Hena Ahmad Subhan yang mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang yang tengah mendampingi Bupati Malang yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Kota Nan An, Provinsi Fujian, China. Ketua TP PKK Kabupaten Malang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Hj. Hena disampaikan bahwa mading dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja posyandu. Manfaatnya dapat langsung dirasakan salah satunya bagi masyarakat di pedesaan. Informasi aktual dapat dibaca oleh ibu-ibu yang sedang menunggu putra putrinya dalam mengikuti kegiatan posyandu. Selain informasi dapat tersampaikan juga dapat meningkatkan minat baca pada orang tua balita, yang selanjutnya bisa menumbuhkan kebiasaan baik, dengan mencari bacaan lain yang disajikan didalam mading tersebut. Karena sangat mungkin informasi yang disajikan dalam mading tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pembaca, hal ini bisa berarti mading sebagai penumbuh minat baca untuk mencari bacaan lain yang lebih lengkap.” Kebiasaan membaca akan membuka wawasan yang lebih luas bagi pembaca itu sendiri. Dengan begitu membaca bisa menjadi terminal awal yang dapat menjebatani lahirnya pengetahuan, ketangkasan berpikir dan terbentuknya kecerdasan dan keterampilan yang dapat memberdayakan masyarakat. “ Selain itu Mading juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan untuk meningkatkan upaya prefentif, kuratif, dan rehabilitatif bagi semua yang datang ke posyandu dan masyarakat sekitarnya.” Hal ini sejalan dengan kebijakan pemeritah bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya memberikan pengobatan gratis akan tetapi menyangkut aspek promotif dan prefentif. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi semua orang agar derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Upaya promotif bersifat edukasi dan pemberdayaan masyarakat sedangkan preventif merupakan upaya pencegahan dan meminimalisir potensi resiko penyakit. Upaya ini lebih mudah dan murah namun berdampak besar dalam memberikan edukasi dan informasi kesehatan di posyandu dan seluruh lapisan masyarakat.” Banyak program kesehatan pemerintah yang harus di promosikan dan diinformsikan kepada masyarakat, antara lain program pencegahan penyakit menular dan tidak menular seperti program gizi, program perbaikan sanitasi lingkungan, upaya kesehatan ibu dan anak serta layanan kesehatan, melalui lomba mading diharapkan bisa menjadi upaya nyata yang dapat meningkatkan program PKK dan kesehatan untuk mencapai sasaran yang diharapkan dalam menuju kehidupan yang Madep Manteb dan tercapainya MDGs 2015.(Humas/ind)