Semangat Kepahlawanan, Semangat Mengisi Kemerdekaan

12-11-2012 13:47
Kepanjen (11/11)- Nilai-nilai kepahlawanan yang mulia diharapkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam mengisi kemerdekaan.

Kepanjen (11/11)- Nilai-nilai kepahlawanan yang mulia diharapkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam mengisi kemerdekaan. Hal itulah yang saat ini harus dimiliki oleh segenap rakyatIndonesia. Ekspektasi inilah yang disampaikan oleh Bung Rendra, sapaan akrab Bupati Malang saat menyampaikan sambutan dalam Upacara memperingati Hari Pahlawan ke-67 yang dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan Sabtu pagi (10/11).

Melalui moment bersejarah ini, bangsa Indonesia yang kini masih memiliki segudang PR mulai dari kemiskinan, kebodohan sampai kerukunan harus bisa berbenah. Karena, dahulu, para pahlawan berkorban demi satu tujuan yaitu kemerdekaan serta mempertahankannya tanpa memandang hal lain seperti perbedaan suku, agama, ras, dll. "Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan seperti bersatu, mengutamakan kepentingan bersama dan kegotongroyongan hendaknya diilhami dan diimplementasikan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera," kata Bupati.  

Upacara kemarin berjalan dengan khidmat dan diikuti oleh segenap anggota TNI (AD, AL dan AU), kepolisian, Korps Pegawai Negeri Indonesia, Linmas serta para pelajar seperti dari SMK Penerbangan Singosari serta SMU N 1 Kepanjen. Sementara itu, di tribun kehormatan tampak para legiun veteran serta jajaran Muspida dan kepala SKPD. Dalam kesempatan kemarin, Bung Rendra juga memberikan tali asih kepada para pejuang veteran yang diwakili oleh 3 orang.

Sejarah panjang hari pahlawan di Indonesia dimulai saat arek-arek Surabaya mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin menjajah kembali bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Nopember 1945 di Kota Surabaya sehingga setelah peristiwa itu Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Namun, perlawanan tidak hanya terjadi di Surabaya saja, dikota lainnya juga berkobar semangat perlawanan melawan tentara sekutu (NICA) yang diboncengi tentara Belanda. Seperti di Bandung yang terkenal dengan Bandung lautan api, Ambarawa, Medan, dsb. (Humas/gal)