Berita

Penyuluhan Edukasi Seks & Bahaya Narkoba

 | dibaca 616 kali


NGANTANG - Maraknya pernikahan dini di Desa Sidodadi Kecamatan Ngantang, mengundang keprihatinan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 03 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka menggelar penyuluhan kepada warga Sidodadi Kecamatan Ngantang, kemarin. Di desa tersebut, gadis lulus SMP langsung dinikahkan oleh orangtuanya.
      Penyuluhan tersebut digelar di Balai Desa Sidodadi, hadir dalam kegiatan itu dr Sofyan Rizalanda dari BKKBN Provinsi Jatim. Serta Staff Diklat Kependudukan dan KB Malang Leli Hermin, Dosen Pembimbing Lapangan Juwitasari. Tak terkecuali Kepala Desa Sidodadi Agus Rudianto.
      Doddy Fadila Rahman Humas KKN 03 UMM mengatakan, kondisi masyarakat juga dipengaruhi tingkat pendidikan. Para orangtua memilih menikahkan anak dibanding menyekolahkan mereka. Kondisi ini yang mendasari kelompok KKN 03  mengadakan penyuluhan terkait usia ideal pernikahan.
      “Selain penyuluhan kami juga membinaanak slowlearner, pembinaan diarahkan tidak klasikal tapi individual,” ujar mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi tersebut.
      Sekretaris Kelompok KKN 03 UMM, Nurul Hidayati menambahkan bahwa anak memiliki ikatan yang kuat dengan orang tuanya. Sejak lulus SMP mereka dianjurkan untuk  memilih  pasangan,  pendidikan tidak terlalu penting. Apalagi di kawasan tersebut hanya ada satu SMP di Desa Banjarejo.
“Kita juga adakan penyuluhan dagusibu yakni dapatkan obat dengan benar, gunakan, simpan dan buang obat dengan benar, karena pengetahuan masyarakat tentang obat minim,” aku mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi semester enam ini.
      KKN yang digelar sejak tanggal 3 Juli - 30 Juli 2013 itu disambut baik, Agus Rudianto Kades Sidodadi. Di desanya ada empat dusun yakni Salam, Simo, Sekar dan Sidomulyo. Kegiatan seperti penyuluhan usia dini lumayan bagus. Dia mengharapkan ada koordinasi dengan desa agar program bisa berkesinambungan.
“Sosialisasi pernikahan penting, karena SDM disini pendidikannya rendah, ada stigma yang tertanam di pola pikir, bahwa jika teman sebaya sudah nikah maka dirinya harus nikah, kalau belum dianggap tidak laku,” urainya.
Dia berharap kegiatan itu menjadi agenda tahunan. Rata-rata warganya nikah dibawah 20 tahun atau SMP. Karena tidak sekolah, begitu lulus SMP langsung menghadap penghulu.
Sementara itu, menurut Leli Hermin staff diklat kependudukan dan KB Malang, pendidikan memang mempengaruhi pengetahuan mengenai pernikahan. Di Desa Sidodadi,  masyarakat sudah berhasil menjadi kaya tanpa harus sekolah tinggi. Padahal, anak-anak mereka tetap butuh sekolah untuk membentuk karakter.
“Maka kita kenalkan program generasi berencana, harus zero accident dari tiga triad yakni mencakup triad kesehatan remaja, yaitu say no to drugs, say no to free sex and say goodbye HIV/AIDS ,” jelasnya.
Adapun Dosen pembimbing lapangan Juwitasari dari Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, juga menambahkan terkait program KKN. Bahwa untuk tahun ini KKN UMM tetap yang terbesar sejak 1987. Kurang lebih ada sekitar 3200 mahasiswa yang tersebar di 104 wilayah di Jawa Timur.
“Kita memberi penyuluhan seperti ini berdasarkan masalah di desa tersebut, di Ngantang, ini kerjasama dengan Pemprov dan Pemkab Malang, beberbentuk pengabdian masyarakat secara nyata,” urainya. (ary/sir)



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024