Berita

Bupati Buka Manasik Haji Tahun 2013

 | dibaca 390 kali


Malang, (23/6) Bupati Malang, H. Rendra Kresna hari ini, Minggu (23/6) membuka secara resmi membuka Manasik Haji bagi calon jamaah haji Kabupaten Malang tahun 1434 H atau 2013 M di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya Bupati Malang berharap para calon jemaah haji Kabupaten Malang agar bisa mengikuti kegiatan manasik haji yang dilakukan secara bersama-sama ini dengan sungguh-sungguh. Meskipun selain bimbingan manasik ini, ada banyak kegiatan bimbingan yang dilakukan oleh masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). “Dengan mengetahi tata cara yang benar, baik dalam pelaksanaan kegiatan ibadah maupun ketika tinggal di sana, tentunya kita akan dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan khusuk. Selain itu jangan lupa untuk menjaga nama baik pemerintah  dan juga masyarakat Kabupaten Malang. Karena selama ini jamaah asal Indonesia sudah dikenal ramah dan menjaga sopan santun.”
H. Akhyar, S.Ag, MM selaku staff urusan haji, Kementrian Agama Kabupaten Malang dalam laporannya menjelasan, bahwa kegiatan bimbingan manasik haji setelah secara resmi dibuka hari ini tahun ini, nantinya akan di tutup pada akhir Agustus di gedung Islamic Centre Kepanjen.  “Ada 1.874 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan terdiri dari 881 calon jamaah laki-laki dan 993 calon jamaah perempuan. Dengan umur paling tua adalah 85 tahun atas nama Gasuki bin Kaspan asal Desa Sawahan Kec. Turen, paling muda, 19 tahun atas nama Nursolikin Bin Fatkurrohman dari Desa Pagetan, Singosari.”
Kegiatan yang diikuti oleh calon jamaah haji dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Sudjak, M.Ag, dan ketua himpunan KBIH Kabupaten Malang, serta Ketua Persaudaraan Haji Kabupaten Malang.
Menanggapi pemberitaan di media yang menyebutkan bahwa pemerintah Arab Saudi bakal melakukan pengurangan kuota calon jamaah haji sebesar 20 % dari kuota yang telah ditentukan, H. Sudjak menjelaskan jika pada hari ini direncanakan Menteri Agama Indonesai bakal berangkat ke Arab Saudi untuk menegosiasikan pengurangan kuota ini. “Alasan dasar pemerintah Arab Saudi melakukan pengurangan kuota dari kuota dasar yang sudah ditetapkan sebelumnya adalah karena saat ini terjadi keterlambatan rehabilitasi Masjidil Harom. Tempat thowaf di lantai dua dan tiga tidak bisa digunakan sama sekali sehingga hanya bisa menggunakan lantai dasar, itupun tidak semua ada beberapa bagian yang juga masih dalam proses rehabilitasi. Dan jika dipaksakan pemerintah tidak bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah haji.”
Lebih lanjut, “Jika dalam kondisi normal, tempat thowaf bisa menampung 48 ribu jamaah per jam, sedang saat ini hanya bisa menampung 22 ribu jamaah per jam saja. Jika diprosentase, pengurangannya sudah hampir 60%. Dan jika hal tersebut tetap dipaksakan, kita semua tentunya tidak menginginkan hal-hal yang buruk terjadi.”(Humas/ind)
 



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024