Bupati Resmikan Gereja di Peniwen

Bupati Malang, H. Sujud Pribadi, SE. S.Sos yang datang bersama istri, Tyas Sujud Pribadi disambut oleh kesenian angklung dari warga setempat. Ada yang menarik dari acara itu. Yakni adanya seorang bule wanita yang ikut menyambut bupati. Dalam acara itu juga hadir pengurus FKUB serta Kapolresta Malang, AKBP. Daniel TP Silitonga. Peresmian gereja itu berlangsung pada Minggu sore (12/7).
Setelah melakukan ritual sejenak, bupati langsung memotong pita yang menandakan mulai dipakainya tempat itu. Bersama warga, bupati lalu memasuki gereja yang dibangun diatas tanah seluas kurang lebih 40 x 70 meter persegi itu. Supangi, ketua panitia mengungkapkan sampai saat ini gereja tersebut telah menelan dana sebesar 850 juta. “Pembangunannya masih belum rampung, sekitar 90 %,” katanya. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu. Sementara itu, salah satu donatur Pdt. Dr. Ir. Nico Kertoraharjo percaya bahwa Tuhanlah yang membangunnya. Menurutnya ada tiga hal yang mendukungnya, yaitu dipergunakan untuk umat, adanya unsur mukjizat dan peran jemaat setempat dalam membangunnya. “Saya telah melihat semua itu terpenuhi disini,” ujar pria asal Jakarta tersebut.
Pdt. Agung, Imam Santasakura , SH, yang mewakili seluruh warga mengutarakan rasa syukurnya. “Kami bersuka cita, juga atas peran semuanya yang tak kenal lelah baik do’a maupun tenaga,” ungkapnya. Namun, ia berharap tempat itu bisa dipergunakan semaksimal mungkin oleh warga. “Tuwas dibangun gak ono seng ibadah. Selain itu, bukan hanya untuk ritual saja tetapi juga akan memberi dampak positif bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
Bupati mengatakan pembanguna fisik gereja adalah penting, tetapi yang paling penting adalah bagaimana cara penyembahan dan arti umat dalam menyahuti perintah Tuhan. Gereja diharapkan juga dapat mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan ketaqwaan melalui peran warga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Untuk itu gereja agar bisa berpihak pada rakyat yang ekonominya lemah untuk bisa bangkit dari kemiskinan ke tingkat ekonomi yang lebih baik, cerdas, kreatif dan memiliki skill,” katanya. Bupati berharap kepada warga untuk bisa saling mengasihi dan tolong menolong terhadap sesama serta bisa menjaga kondusifitas khususnya di Kab. Malang. “Umat diharapkan dapat menjadi penerima berkah yang baik dan benar. Pemkab sangat membutuhkan peran gereja dalam membangun Kab. Malang diberbagai sektor ,” imbuhnya. Menurut salah satu warga, Sukorno (57), desa tersebut selama ini memang dikenal memiliki taman yang indah untuk wisata. Selain panorama yang indah dengan background Gunung Kawi, desa itu banyak menghasilkan tanaman untuk taman, baik tanaman hias dan buah-buahan. (Humas/loh)






