Empat Kab/Kota di Jatim Harus Rampungkan E-KTP Hingga Akhir 2012
Malang, (08/08) Penerapan Elektronik KTP (e-KTP) berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) dengan menanamkan chip di dalamnya merupakah langkah strategis menuju tertib administrasi kependudukan yang mengamatkan identitas tunggal bagi setiap penduduk dan terbangunnya basis data kependudukan yang lengkap dan akurat.
Pemberlakuan e-KTP merupakan upaya pemerintah dalam menertibkan administrasi kependudukan berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 35 tahun 2010. Sesuai dengan hasil kesepakatan Rakernas Kependudukan dan Pencatatan Sipil diakhir tahun 2010, Pemerintah Provinsi maupun seluruh Bupati/Walikota sanggup melaksanakan Program e-KTP pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2011 bagi Kabupaten/Kota yang telah siap, sedangkan yang belum siap ditetapkan mulai Maret 2012.
Seperti dikatakan oleh Korwil II Diretur Pencatatan Sipil Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Santi, S.Sos, M.Hum saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Desk Supervisi Korwil Sistem Administrasi Kependudukan Di Jawa Timur Di Hotel Aria Gajayana (08/08), bahwa penerapan e-KTP merupakan salah satu dari 3 Program Strategis Nasional di bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sekaligus merupakan penjabaran visi untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan tahun 2015. Adapun pelaksanaan 3 program strategis nasional tersebut meliputi pemutakhiran data penduduk, penerbitan dan pemberian (NIK) bagi seluruh penduduk dan penerapan KTP elektronik.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jatim Dr. Hary Soegiri,MBA,MSi pada kesempatan terpisah, terhitung hingga 18 Juli 2012, realisasi pelaksanaan pengambilan data e-KTP atau KTP elektronik di 26 kabupaten/kota di Jatim rata-rata mencapai 52,28%. Dari 26 daerah itu, hanya Kab Tulungagung yang menyelesaikan pengambilan data e-KTP. Di Jawa Timur, ada tiga Kabupaten yang menyelesaikan pengambilan data e-KTP paling banyak yakni Kabupaten Mojokerto (87,83%), Kabupaten Jombang ( 87,92%), dan kota Probolingo (82,89%). Meski ada yang sudah menyelesaikan paling banyak, masi ada daerah yang menyelesaikan pengambilan datanya sedikit yakni Kabupaten Probolingo (12,33%) dan Kabupaten Malang (15,32%).
Maka itulah rakor yang merupakan tindak lanjut Pertemuan Di Semarang Tanggal 23-24 Juli 2012 Pada Pertemuan Korwil Ii Untuk 7 Provinsi ini dilakukan, yakni untuk mendapatkan masukan, terkait dengan pelaksanaan E-KTP khususnya di 4 wilayah ( Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang), dan bisa memberikan solusi dan pemecahan masalah untuk mewujudkan komitmen untuk suksesnya pelaksanaan E-KTP di Jawa Timur.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh 114 orang yang terdiri dari Sekretaris Daerah masing-masing Kabupaten, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beserta Kepala Bidang yang menangani penerapan E-KTP, seluruh Camat dari 4 Kabupaten, dan juga dihadiri oleh perwakilan Konsorsium.
Bupati Malang, H. Rendra Kresna saat membuka rakor tersebut, mengatakan bahwa di Kabupaten Malanng selain keterbatasan alat E-KTP (Kabupaten Malang mendapat alikasi sebanyak 66 alat, yang kemudian mendapat tambahan pinjaman dari daerah lain yang sudah menyelesaikan E-KTP sebannyak 26 alat, sehingga total Kabupaten Malang mendapat 112 alat untuk 33 Kecamatan, red.), jarak antar desa di Kabupaten Malang relatif jauh, hingga mencapai 45km untuk menuju Ibu Kota Kecamatan dimana pelaksanaan E-KTP berlangsung, dan jumlah penduduk Kabupaten Malangn yang mencapai 2.800 jiwa wajib KTP. Apalagi, peralatan tersebut baru diterima oleh Pemkab Malang pada awal Juni, dan baru dioperasionalkan pada akhir Juni 2012, karena dilakukan pembekalan pelatihan kepada operator e-KTP dulu sebelumnya. Ditambah lagi, kendala teknis alat yang trouble dan sebagainya, membuat pelaksanaan E-KTP di Kabupaten Malang belum tuntas hingga saat ini.
Untuk itu, diharapkan dengan Rapat Koordinasi Desk Supervisi Korwil Sistem Administrasi Kependudukan Di Jawa Timur ini Kabupaten/Kota yang pencapaian E-KTP nya masih rendah bisa segera menyelesaikannya hingga akhir 2012 ini. (ira/Humas).









