Berita

Ampelgading Miliki Rumah Produksi Mocaf

 | dibaca 1709 kali


Ampelgading (8/3)-Petani di Kecamatan Ampelgading kini memiliki Rumah  Produksi Agroindustri Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Rumah Produksi ini mampu memproduksi tepung cassava sebanyak 4 ton per harinya. Rumah Produksi Mocaf yang merupakan pilot project se-Kabupaten Malang ini diresmikan Bupati Rendra Kresna hari ini, Kamis siang (8/3).

Joko Widodo, Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, mengatakan keberadaan rumah produksi ini sangat berarti untuk meningkatkan penghasilan petani. Pasalnya selama ini, ubi kayu dijual mentah dengan harga yang murah. “Kalau dari kebun harganya Rp. 800-Rp.1.000 rupiah. Biasanya dijual ke ke Trenggalek dan Tulungagung,” katanya.

Joko dan anggotanya merasakan, system jual seperti itu kurang memberikan nilai ekonomi. Bahkan cenderung bergantung pada tengkulak untuk distribusinya.”Anehnya, setelah kami jual ke Trenggalek dan Tulungagung, ubi kayu itu dikirim dan dijual kembali kesini,” sesalnya.

Pria berkumis ini mengaku memang unit pengolah ubi kayu menjadi tepung mocaf itu belum beroperasi secara maksimal. Namun ia sudah merasakan perbedaan yang nyata antara menjual ubi kayu mentah dan menjual tepung mocaf. “Satu kilogram tepung mocaf itu dipasaran harganya antara Rp.4.000 hingga Rp. 5.000,” katanya senang.

Ia menambahkan untuk tiap kilogram ubi kayu dapat menghasilkan sekitra 3,5 ons tepung mocaf. Proses pembuat tepung mocaf relatif sederhana. Di mulai dengan pengupasan, pencucian, perajangan hingga menghasilkan chips, fermentasi, penggaraman, pengatusan, pengeringan, penepungan, pengepakan. “Proses fermentasi biasanya memakan waktu 18 jam dengan mencamnpurkan 1 sendok enzim untuk tiap 1 ton chips ubi kayu. Lalu dilanjutkan dengan penggaraman. Untuk masalah pengeringan, jika tidak hujan kita jemur, tapi bila hujan kita menggunakan mesin pengering,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Ir. Poerwanto mengatakan, saat ini memang masih baru satu saja rumah produksi mocaf ini di Kabupaten Malang. Namun dirinya mengaku akan mengusahakan rumah produksi lagi.

Disisi lain Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang telah memberikan berbagai macam bantuan berupa, alat dan mesin pertanian, sarana produksi, rumah kompos dan bantuan lainnya yang dikemas dalam 20 kegiatan. “Tahun 2011 lalu ada 20 kegiatan yang dilaksanakan di sini, berupa hand tractor, pengering kopi, cultivator dan motor roda 3,” kata Purwanto.

Bupati Rendra Kresna menandaskan, bahwa masalah pertanian dan perkebunan tanaman pangan sangat vital perannya saat ini untuk mendukung ketersediaan pangan.”Para petani posisinya seperti halnya pahlawan lainnya,” kata Bung Rendra bangga.

Pernyataan Bung Rendra itu bukan tak beralasan. Pasalnya saat ini masalah pangan menjadi masalah dunia yang serius. Bahkan, negara yang dulunya tidak menghiraukan masalah pangan kini menjadikan masalah ini sebagai agenda pentingnya.

Sementara itu, melihat bagusnya peluang pasar tepung mocaf, bung Rendra mendorong petani di Ampelgading untuk lebih meningkatkan produksi ubi kayu. “Jangan kalah dengan petani di Desa Kalipare Kecamatan Kalipare. Mereka bisa menghasilkan 140 ton per hektarnya. Kalau diasumsikan biaya pasca panen itu sepertiganya dengan harga jual Rp. 1.000 per kilonya, maka petani di Kalipare itu bisa mendapat pengasilan Rp. 120 juta per hektarnya setiap panen,” kata Bupati memberi semangat.

Tak hanya memberi semangat, Bung Rendra juga memberikan solusi untuk masalah permodalan melalui pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan KKPE (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi) melalui Bank Jatim.”Bank Jatim ini milik masyarakat Jawa Timur dan tentunya milik warga Kabupaten Malang. Pemkab Malang menanam saham di Bank Jatim sebesar Rp. 27 miliar, jadi silahkan dimanfaatkan,” ujarnya.

Kepala Cabang Bank Jatim Malang, Revi Adianasilawati menjelaskan syarat pengambilan kredit sangat mudah dan bunganya hanya 0,5 % per bulan. “Ini namanya KKPE, untuk polowijo, pembelian mesin pertanian dan lain-lain,” jelasnya.

Revi mengatakan, masalah jaminan tidak perlu terlalu dirisaukan. “Misalkan Poktan ingin mengajukan kredit tapi agunannya tidak mencukupi makan Bank Jatim akan  menggandeng Jamkrida (Jaminan Kredit Daerah), sehingga nanti kekurangan jaminannya akan ditanggung oleh Jamkrida. Petani tinggal membayar premi asuransi yang besarnya 1 %,” yakinnya.

Selain menyerahkan bantuan, hari itu Bung Rendra juga menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman antara PT. Daya Sejahtera Sentosa dan Poktan Subur Makmur untuk terkait kerjasama pemasaran tepung mocaf. (Humas/Ali SM)


 



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024