Berita

Integrasi Posyandu, BKB dan PAUD

 | dibaca 2064 kali


Tirtoyudo, (23/2) Salah satu indikator penilaian  Lomba Kesatuan Gerak PKK dan KB Kes Tahun 2012 menurut ketua tim penilai Tyas Sugeng Riono adalah adanya integrasi antara Posyandu, BKB dan PAUD. “Tentu saja penggerakan massanya juga harus bagus. Keberhasilan menjadi salah satu  nominator yang diraih oleh Posyandu Bantaran, Desa Sumbertangkil merupakan hasil kerja anggota masyarakat yang diorganisir dengan  baik oleh tim penggerak PKK dengan para tokoh masyarakat  serta instansi masyarakat dari tingkat desa hingga ke kecamatan,”terangnya saat memimpin rombongan penilaian lapang ke Posyandu Bantaran, Desa Sumber Tangkil, Kec. Tirtoyudo, Kamis (23/2).

Tyas optimis dengan adanya lomba  semacam ini, dan makin banyaknya posyandu mandiri yang  berintegrasi dengan BKB dan PAUD akan dapat menunjang program 10.000 Taman Posyandu di Jawa Timur yang dicanangkan Bu Dhe Karwo. “Kalau disetiap kab/kota posyandunya sudah mandiri dan terintegrasi BKB dengan PAUDnya saya rasa untuk merealisasikan 10.000 taman posyandu lebih mudah. Taman Posyandu merupakan program keterpaduan antara BKB (Bina Keluarga Balita), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).”

“Saya juga sangat apreciate dengan penggerakan massa disini. Sampai dengan siang hari ini warga Desa Subertangkil masih banyak yang dilokasi. Begitu juga dengan paparan yang disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKKnya, meskipun masih ada sedit yang kurang tapi sudah sangat bagus dalam memaparkan program-program dan kegiatan-kegiatan yang ada.”

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan Ny Tyas kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna, SE atas kerja kerasnya  “Saya angkat topi untuk Bu Rendra, karena yang di ujung Kabupaten Malang pun masih bisa tertangani dengan baik. Saya melihat disini ada tanaman obat, karangkirtri, balitanya juga sehat-sehat. Namun satu lagi yang menjadi PR buat kita adalah masalah KB. Saya menghimbau agar diberikan pembinaan bagi pasangan usia subur agar anaknya diusahakan tidak lebih dari dua. Tujuannya adalah supaya bisa memberikan perhatian dan pendidikan yang lebih baik. Selain itu saya juga melihat, bahwa disini juga memperhatikan mainan-mainan lama, seperti dari gagang daun singkong, kulit jeruk, dari pelepah pisang.  Mainan tidak harus mahal tapi yang bisa mendidik gerak motoriknya selain itu kita juga bisa melestarikan peninggalan nenek moyang kita yang memanfaatkan alam dengan sebaik-baiknya.”

Dari 27 Kab/Kota yang lolos seleksi, Kabupaten Malang terpilih menjadi salah  satu  nominator dari 9 nominator yang ada. Kesembilan nominator tersebut adalah Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang dan Kabupaten Trenggalek.

Partisipasi masyarakat didalam mensuport setiap kegiatan posyandu meskipun lokasinya sangat jauh memberikan penilain tersendiri bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna, SE “Apa yang kami lakukan di Sumbertangkil ini adalah salah satu contoh yang juga kami terapkan di posyandu-posyandu lainnya yang ada di Kabupaten Malang. Berdasarakan sosialisasi di Batu,  bahwa yang ada di Posyandu bukan hanya menyangkut kesehatan dan lainnya tapi juga masalah pembinaan keterampilan. Inilah yang coba kami terapkan di posyandu-posyandu di wilayah Kabupaten Malang.  Terkait standarisasi posyandu, IngsyaAllah semua sudah ada di Kabupaten Malang. Harapan saya kedepan adalah bagaimana kami mampu memberikan motivasi agar setiap posyandu memiliki kelebihannya sendiri-sendiri.”(Humas/ind)

 



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024