Berita

“Kabupaten Malang Luar Biasa, Madep Manteb Pasti Bisa”

 | dibaca 1800 kali


Kasembon (8/12) Anjangsana Bupati ke 30 yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kasembon, Rabu (7/11) diawali dengan sebuah yel-yel “ Kabupaten Malang Luar Biasa, Madep Manteb Pasti Bisa”. Usai dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupen Malang, Dr. Abdul Malik, SE, Msi Kepala Balitbang, Ir. Helijanti Koentari dengan gamblang memaparkan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Malang , tentang bagaimana masyarakat harus bisa Mandiri, Agamis,  Demokratis, Produktif, Aman Tertib dan memiliki Daya Saing atau yang dikenal dengan “Madep Manteb” guna mencapai masyarakat yang Satata Gama Karta Raharja. Atau Masyarakat yang Toto Titi Tentrem Gemah Ripah Loh Jinawi.
Dalam sosialisasi yang juga sebagai ajang wadul kepada Bupati tersebut, banyak aspirasi dan juga uneg-uneg masyarakat yang muncul. Seperti diungkapkan oleh salah satu warga tetang adanya lahan seluas 59 ha yang ada di Desa Sukosari Kec. Kasembon Dimana dulunya lahan ini adalah sawah yang mendapat suplay air dari Dam Sukoharjo. Namun saat ini Dam tersebut  rusak, akibat banjir yang terjadi tahun 2010 lalu. Dan sejak saat itu tanah seluas 59 ha ini berubah fungsi menjadi tanah kering. Tak hanya menurunkan produksi  pertanian, masyarakat juga merasa keberatan dengan pajak yang harus ditanggung. Karena status tanah tersebut masih berstatus S1 atau tanah pertanian/tanah basah.
Terakait permasalah yang ada, Dinas Pengairan Kabupaten Malang yang diwakilli Kepala Bidang Bina Manfaat, Ir. Budi Herwanto, Sp menjelaskan bahwa terkait masalah tanah tersebut pihaknya telah mengusulkan ke provinsi  untuk membangun Dam Kalikoang, “ Kita mencoba mencari solusi dengan membangun Dam Kalikoang  dan saluran irigasi + 1 km yang sumber airnya dari Sumbersuko . Harapannya dam ini akan bisa mengairi lahan kering  tersebut.”
Lembih lanjut, Ir. Budi yang juga di amini oleh Kepala UPTD Pengairan Pujon, Sujadi  berharap kedepan akan banyak manfaat yang bisa dinikmati. “Salah satunya produksi pangan dan polowijo akan meningkat. Jika dihitung secara global dari lahan seluas 59 ha tersebut apabila per hektar lahan yang ada mampu menghasilkan beras 14 ton sampai dengan 16 ton / tahun. Maka bisa kita hitung dengan lahan seluas itu akan menghasilkan + 826 ton sampai 944 ton. Tak hanya itu, status pajaknya pun tidak perlu berubah, akan tetap menjadi pajak tanah basah tentu saja hal ini akan menguntungkan daerah.”
Banyak aspirasi dan keluh kesah yang muncul. Namun semua bisa di bicarakan bersama Bupati dalam forum yang berakhir hingga tengah hari tersebut. Sebelum mengakhiri pidatonya Bupati Malang, H. Rendra Kresna  menegaskan bahwa Kabupaten Malang akan dibangun dengan basis pertanian sesuai Icon Kabupaten Malang yaitu “Kabupaten Malang sebagai Bumi Agrowisata Terkemuka di Jawa Timur.”
Tak berbeda dengan anjangsana di daerah lain, dalam anjangsana di Kecamatan Kasembon, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan, diataranya: bantuan untuk pembangunan masjid Babussalam Dusun Wungurejo, Desa Wonoagung, bantuan pembangunan Mushola An Nur Dusun Kebon Jagung, Desa Pait, bantuan pembinaan kesenian untuk organisasi kesenian Kuda Lumping “Singo Manggolo” Desa Sukosari, Organisasi Kesenian Rebana “Al Husna” Desa Bayem, pemberian akta kelahiran gratis untuk masyarakat Kasembon, bantuan peralatan mesin jahit, mixer dan blender, bantuan biogas limbah peternakan untuk Supratman, peternak di Desa Pait, bantuan bibit kakau untuk Kelompok Rukun Tani Desa Bayem, dan bantuan jaringan irigasi dan hand sprayer untuk Kelompok Tani Desa Wonoangung. (Humas/ind)
 



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024