Berita

Humas Adakan Diklat Jurnalistik Gender

 | dibaca 1792 kali


Malang, (05/12) Pemkab Malang, melalui Bagian Humas Setda Kabupaten Malangbekerjasama dengan Harian Malang Post mengadakan Diklat Jurnalistik Gender 2011, yang diikuti oleh TP PKK Kabupaten Malang, kader PKK Kecamatan se Kabupten Malang, Dhawma Wanita, GOW, dan Karang Taruna. Diklat yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diikuti oleh 42 peserta, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Ny. Jajuk Rendra Kresna.

Diklat jurnalistik ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Malang untuk memberdayakan masyarakat, khususnnya perempuan, untuk lebih gemar membaca dan menulis, agar bisa menyampaikan aspirasi dan segala bentuk kegiatan di daerah masing masing, dalam sebuah tulisan, yang bisa dimuat dalam web Kecamatan, web PKK, atau bahkan tidak menutup kemungkinan peserta diklat bisa membuat tulisan yang dimuat dalam media cetak. Untuk itu, feedback nya, peserta diklat harus bisa berinovasi dan berkreasi mengaplikasikan ilmu yang telah didapat, karena Pemerintah telah memberikan bekal, jadi jangan tunggu Pemerintah lagi untuk melakukan action dari semua yang telah didapat.  Demikian Ketua TP PKK Kabupaten Malang menekankan, saat membuka kegiatan diklat jurnalistik gender kemarin, di ruang rapat Bappeda Kabupaten Malang.

“Saya juga ingin pintar seperti ibu-ibu semua, makanya saya tiak mau hanya membuka diklat saja, saya juga akan mengikuti diklat hingga selesai”, ungkap Ny. Jajuk yang disambut dengan tepuk tangan meriah peserta diklat.

Paling tidak, dengan diklat jurnalistik ini, diharapkan peserta dapat Memiliki dasar-dasar jurnalistik,  memahami perbedaan karakter diantara berbagai jenis naskah jurnalistik, dan mampu  mengemas naskah biasa menjadi naskah yang layak untuk diterbitkan dan menarik untuk dibaca.

Sebagai narasumber adalah Pimpinan Redaksi Harian Malang Post, H. Husnun N Djuraid, yang menjelaskan tentang kode etik jurnalistik dan pers Indonesia pasca reformasi. Menurut Cak Nun, panggilan akrab , H. Husnun N Djuraid,  berita adalah sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa. Berita merupakan sajian utama media massa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Ditambahklan Cak Nun, bahwa  menulis itu sebuah keterampilan. Jika kita tidak membiasakan diri menulis, mustahil kita dapat memiliki keterampilan menulis yang membuat diri kita lancar dan nyaman dalam mengalirkan tulisan.

Dia berharap, peserta yang mengikuti diklat ini bisa menulis, dan tidak ragu untuk mengirimkan tulisannya ke media, dan menekankan berhenti menulis kala tulisan yang kita kirim belum termuat di media.

Satu yang menarik dari statement yang dilontarkan oleh Cak Nun, bahwa manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mecapai sasaran. Dengan demikian manajemen keredaksian dapat diartikan proses antar orang yang merupakan satu kesatuan secara efektif dalam sebuah organisasi media massa untuk mencapai tujuan/sasaran. Dengan kata lain manajemen keredaksian adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi dan pemeliharaan orang-orang dengan tujuan membantu mencapai tujuan organisasi (perusahaan pers/media massa), idividual dan masyarakat.

Selama diklat berlangsung, peserta terlihat sangat antusias, dan pro aktif terhadap materi yang diberikan, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta kepada narasumber mengenai kehiatan jurnalistik. Bahkan, ketika pemateri menginstruksikan agar peserta membuat Pers Rilis dari kegiatan yang diikuti, dan menunjuk secara random peserta untuk membacakan Pers Rilis yang telah dibuat, menurut Cak Nun, berita yang mereka buat sudah cukup baik. Demikian juga saat sesi fotografi, audiens yang hadir dengan cermat memperhatikan materi yang diberikan.

Diklat hari kedua, peserta diajak mengunjungi Jawa Pos, (karena Malang Post merupakan group dari Jawa Pos) di Graha Pena, Surabaya. Disana, peserta diajak berkeliling ke tempat kerja redaksi Jawa Pos dan diberikan keterangan mengenai job description masing-masing bidang keredaksian, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Redaksi Malang Post, dan peserta melihat secara langsung proses pengaturan lay out koran Malang Post. Sungguh suatu program yang menarik yang diberikan Bagian Humas Setda Kabupaten Malang kepada masyarakat, khususnya perempuan melalui diklat jurnalistik gender ini. (Humas/ira).

 

Beberapa Istilah Penting dalam Jurnalistik


1. Pemimpin Redaksi

Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya ?digugat? pihak lain.

Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajuk rencana (Editorial) yang merupakan opini redaksi (Desk opinion). Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun ? dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi? yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual.

2. Redaktur Pelaksana

Di bawah Pemred biasanya ada Redaktur Pelaksana (Managing Editor). Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pemred/Wapemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor.

3. Redaktur

Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. Karena itu ia dikenal pula dengan sebutan ? Jabrik? atau penanggung jawab rubrik.

 


4. Reporter

Di bawah para editor adalah para Reporter. Mereka merupakan? prajurit? di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya. Reporter dalam bertugas juga didampingi oleh fotografer (wartawan foto atau jurupotret) tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisa (reporter).
Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik (Journalistic Photography, Photographic Communications). Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan (to inform), meyakinkan (to persuade), dan menghibur (to entertain).

 

 



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024