Berita

Perkuat Kemampuan Daerah Melalui Inovasi

 | dibaca 2135 kali


     Malang (8/9)- Perkembangan dan kemajuan suatu kawasan memerlukan adanya suatu terobosan yang dinamis mengikuti arus zaman. Inovasi misalnya. Inovasi menjadi faktor penting dalam memajukan serta memperkuat suatu daerah agar bisa memiliki daya saing dan tentunya tidak banyak tergantung pada daerah lain. SIDa atau Sistem Inovasi Daerah yang semakin diperkuat kali ini disosialisasikan kepada para leader dilingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Sebanyak kurang lebih 100 orang mengikuti acara ini di Ruang Anusapati pagi tadi (8/8). Tampak Bupati H. Rendra Kresna dan Ketua DPRD Drs. Hari Sasongko juga mengikuti acara tersebut diantara Sekda dan jajaran Kepala SKPD maupun camat.

Bung Rendra, panggilan akrab bupati mengatakan inovasi sangat diperlukan untuk membangun suatu daerah dalam rangka percepatan pembangunan. Inovasi ini bisa terimplementasi dalam berbagai sisi pembangunan. Misalkan saja penguatan sumber daya manusia yang handal pada sektor pertanian atau bidang lainnya. Karena saat ini, RPJMD Kab. Malang masih memiliki jargon pembangunan yang berbasis pertanian. Menurut bupati, inovasi dalam bidang pertanian dan bidang-bidang pembangunan lainnya harus bisa dilaksanakan. Dilihat dari pandanganan ekonomi makro, suatu daerah akan kurang berkembang dibanding daerah lain yang memiliki inovasi. “Inovasi yang sesuai yakni inovasi percepatan. Tanpa inovasi kita akan terrtinggal,” ungkap bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih tertinggal. Tidak usah jauh-jauh, ikan lele yang di Indonesia sangat familier sudah menjadi komoditas eksport Vietnam. Dan yang mencengangkan, kita juga mengimpor lele dari negara yang perkembangan ekonominya saat ini lebih cepat dari negara kita. Ironis memang karena kita tahu sendiri bahwa pada dekade 1960-1970-an negara komunis tersebut masih dilanda peperangan dengan negara adidaya yakni AS. Bangkitnya ekonomi negara ini menjadi bukti bahwa SDA bisa ditunjang dengan inovasi dan SDM yang kuat.
 
Dalam RPJMD 2010-2015, Pemkab. Malang memiliki program Madep Manteb (Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing). “Seluruhan program ini memerlukan terobosan yang tepat dan didukung salah satunya dengan SDM yang berkualitas,” lanjut bupati. Bupati ingin seluruh leader yang ada nantinya bisa memiliki terobosan serta kreatifitas sesuai dengan bidangnya.
 
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Ir. Helijanti Koentari, inovasi merupakan faktor penting dalam suatu pembangunan daerah. “Namun di Kabupaten Malang, sistem inovasi masih belum begitu berkembang,” terangnya. Sehingga cara berpikir inovatif inilah yang akan mulai diberikan kepada SDM (leader di wilayah-wilayah, red) yang ada agar kedepan tercipta suatu inovasi dalam kegiatan pembangunan. Kegiatan ini ditujukan untuk mengangkat inovasi dari kemampuan dan SDA lokal yang ada di Kab. Malang. Penggunaannyapun juga harus efisien. Untuk mendukungnya, akan diperlukan suatu proteksi serta iklim ekonomi yang kondusif dari kebijakan pemda. “Harapannya supaya meningkatkan pemahaman tentang SIDa dan mendorong kepala SKPD untuk memperkuatnya,” cetus mantan Kepala BKP3 ini.
 
Deputi Bidang Pengkajian dan Pengembangan Teknologi BPPT, Dr. Tatang A. Taufik menyampaikan sistem inovasi di negara maju sudah lama di adopsi sejak tahun 1960-an. Di Indonesia terbilang masih tertinggal dibanding negara lain. “Sejak diberlakukan daerah otonom, kurang lebih 491 daerah itu sebagian besar belum menerapkan SIDa,” jelas Tatang. Hanya sedikit saja daerah yang telah mengimplementasiakan inovasi dalam penjabaran pembangunan, contohnya Pekalongan. Pria yang sepuluh tahun lalu pernah ke Malang ini juga tidak menampik bahwa seorang leader memberikan pengaruh yang besar dalam kepemimpinannya. Inovasi yang memiliki arti perbaikan yang mengarah pada pembaruan diharapkannya bukan pada satu sisi saja (misalkan teknologi), tetapi juga harus bisa dijabarkan lebih luas lagi pada berbagai sisi pembangunan. Seperti pembinaan, penguatan kelembagaan, pengembangan teknologi, penguatan relasi atau pengembangan IT. Materi inilah yang menjadi salah satu menu dalam sosialisasi sehari ini.
 
Materi lainnya adalah strategi-strategi inovasi, percepatan inovasi, tantangan serta arah pembangunan. Agenda strategi inovasi dijabarkan antara lain bisa dengan cara mengembangkan suasana pembangunan yang kondusif. Kemudian menumbuhkan kolaborasi, memperkuat daya dukung, menumbuhkan budaya inovasi dan memperkuat keterpaduan. Semua itu tentunya juga harus diselaraskan dengan pembangunan global.
 
Sedangkan Kepala Bappeda, Dr. Nehruddin, SE, Msi mengungkapkan inovasi akan diselaraskan dengan RPJMD 2010-2015 diberbagai bidang. “Benar memang, mustahil kita bisa mewujudkan pembangunan tanpa leadership yang handal,” ujarnya. Kebijakan-kebijakan yang ada (8 buah) juga akan disinergikan dengan SIDa ini. Nehruddin kemudian menjelaskan RPJMD Kab. Malang dihadapan para peserta. “Pada 2015 nanti kita targetkan Kab. Malang berada di papan atas peringkat ekonomi di Jatim,” sambungnya. Saat ini, dari 3 bidang pembangunan (perdagangan, pendidikan dan kesehatan) Kab. Malang berada di papan tengah, masih di bawah Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Aspek inilah yang menjadi salah satu cambuk untuk meningkatkan kinerja daerah. (Humas/loh)


Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024