Berita

Proteksi Sekaligus Berkah Bagi GTT

 | dibaca 5337 kali


Pemberian payung hukum ini merupakan upaya bupati untuk melindungi keberadan mereka yang dinilai sangat membantu melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan. Statusnyapun tidak ada bedanya dengan SK yang ditandatangani Bupati. Dengan adanya SK ini, mereka diharapkan bisa mengikuti sertifikasi tahun depan yang tujuannya supaya bisa menambah kesejahteraan. Tentunya juga harus melalui syarat-syarat antara lain harus memenuhi jumlah jam mengajar sebanyak 24 jam serta diharuskan memiliki pendidikan linier. Juga, tujuan dibagikannya SK ini agar keberadaan meraka tidak mudah tergeser oleh guru PNS karena berebut jam mengajar.
Menurut keterangan Kadis. Pendidikan, Drs. Suwandi, MM, para GTT-PTT dilingkungan pendidikan yang akan diberikan SK rata-rata telah mengabdi lebih dari 10 tahun. “Mereka tidak kalah kualitasnya dibanding guru PNS. Namun, selama itu mereka masih mendapat imbalan yang belum sepadan,” terang Suwandi. Sesuai dengan Surat Edaran dari Menpan akhir tahun lalu, pria asal Ngantang ini menjelaskan, saat ini setidaknya sudah ada sekitar 1.931 orang GTT-PTT yang terdata dan masuk menjadi kategori 2. Sedangkan yang non kategori berjumlah 2.919 orang. Bila ditotal, jumlah GTT-PTT diseluruh Kabupaten Malang baik yang berasal dari kategori 2 maupun non kategori terhimpun sejumlah 4.850 orang. Lebih lanjut Suwandi menjelaskan, untuk GTT-PTT khusus dilingkungan Diknas kedepan diharuskan untuk memiliki kompetensi pendidikan yang diharuskan pemerintah, misalnya S1 PGSD untuk guru SD.
Karena saat ini, dari 1.931 orang guru tersebut, rata-rata tidak memiliki basic pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mengajar, yakni S1 PGSD. Sebanyak 1.253 orang bahkan belum berijazah S1 dan masih memegang ijazah SMU (822 orang). Sisanya D1 (4 orang), D2 (409 orang) dan 18 orang lainnya memiliki latar belakan pendidikan D3. Hanya 678 orang saja yang berpendidikan S1. Itupun hanya 38 orang saja yang pernah mengenyam pendidikan S1 PGSD dan lainnya lulusan S1 umum. Namun, fakta itu tidak memungkiri bahwa keberadaan mereka turut membantu mencerdaskan anak-anak kabupaten. Untuk diketahui bersama, beberapa tahun belakangan ratusan guru PNS jumlahnya terus menyusut karena sudah masuk masa pensiun dan akan terus terjadi beberapa tahun kedepan. Itu dikarenakan, sekitar tahun 1977, ada rekruitment PNS baik guru maupun non guru secara massal dan saat ini sudah menginjak masa-masa akhir jabatan.
Kondisi demikian juga memantik perhatian serius dari Bupati H. Rendra Kresna. Bupati memiliki pandangan kalau saja proses rekruitment PNS kembali seperti zaman dahulu (diserahkan kepada daerah) pasti akan memprioritaskan GTT serta PTT yang ada menjadi CPNS. “Buat apa mengangkat anak yang baru lulus kuliah dan gak pernah mengajar sdengan kepintarannya bisa lolos seleksi CPNS tetapi tidak memiliki pengalaman dan pandangan yang luas tentang pendidikan. Lebih baik dari GTT dan PTT saja, mereka telah teruji, berpengalaman dan lebih tahu bidangnya. Paling tidak, proses rekruitment sama. Malah kalau bisa agar bisa langsung jadi CPNS,” tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan ratusan GTT yang berada di Pendopo Diknas ini. Bupati juga turut prihatin atas kondisi kesejahteraan GTT dan PTT yang selama ini masih memiliki penghasilan jauh dibawah cukup. “Saya akan mencoba cari peluang untuk menambah nilai kesejahteraan. Bagaimanapun juga, GTT dan PTT adalah bagian dari Pemerintah Kabupaten Malang,” imbuh bupati. Ia juga akan berupaya terus menerus menyurati Menpan maupun BKN agar status GTT dan PTT bisa diusulkan menjadi CPNS.
Pembagian SK untuk GTT dan PTT dilingkungan Dinas Pendidikan ini akan berlangsung selama 2 hari. Hari pertama (kemarin) telah diserahkan SK kepada 400 orang. Kemudian hari kedua (hari ini) akan dibagikan sisanya kepada 1.531 orang. Dari sekian ribu GTT dan PTT ini kebanyakan sudah mengabdi lebih dari 25 tahun. Bahkan ada yang mulai mengajar sejak tahun 1977. Salah satu penerima SK, Arif Susilo, SPd raut wajahnya terlihat berbinar-binar usai penyerahan SK secara simbolis bersama 19 penerima lain. (Humas/loh)



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024