Berita

Bupati Buka Pelatihan Pengolahan Hasil Laut

 | dibaca 1185 kali


Donomulyo (25/10) - Bupati Malang H. Rendra Kresna secara resmi membuka pelatihan pengolahan hasil laut di Dukuh Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Rabu (24/10) kemarin. Melalui pelatihan yang dilaksanaan pada tanggal 23 – 25 Oktober 2012 itu Bupati berharap dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat nelayan pantai Ngliyep seputar cara mengolah aneka hasil laut menjadi produk jadi yang lebih bernilai jual.

Turut hadir dalam kegiatan pelatihan pengolahan hasil laut tersebut diantaranya Asisten Deputi Bidang Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan Kementrian BUMN, Direktur Keuangan Pelabuhan Indonesia III (Persero), jajaran SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Administrator Perusahaan Umum (Perum) Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Muspika Donomulyo dan Kepala Desa Kedung Salam, Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Donomulyo serta masyarakat nelayan.

Acara yang merupakan implementasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang juga menggandeng Pusat Pengkajian dan Pengembangan Manajemen fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, diikuti oleh 50 peserta pelatihan yang terdiri dari para istri nelayan, Pengurus/Kader PKK Desa dan Ibu-ibu LKDPH (Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan).

Wahyu Suparyono, Direktur Keuangan Pelabuhan Indonesia III (Persero) menegaskan bahwa pihaknya telah menggelontorkan dana senilai Rp 750 juta untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) di Pantai Ngliyep tersebut. Dana itu merupakan sebagian kecil dari target alokasi dana PKBL senilai Rp 25 miliar yang digelontorkan PT Pelindo III untuk tujuh provinsi di Indonesia. Dari total anggaran tersebut, hingga triwulan ketiga tahun 2012, telah teralokasikan sebanyak Rp 19 miliar. Sisa anggaran senilai Rp 6 miliar, ditargetkan akan terserap pada akhir tahun 2012.

Lebih lanjut, Wahyu Suparyono menjelaskan bahwa PKBL yang merupakan kebijakan Kementerian BUMN, memiliki tujuan utama yakni untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan mengubah pola hidup mereka ke pola hidup enterpreneur. Masyarakat pesisir pantai Ngliyep di Desa Kedungsalam, dipilih menjadi pilot project PKBL di Kabupaten Malang, karena di tempat ini sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan yang belum bisa melakukan pengolahan hasil tangkapan laut.

“Rata-rata ikan yang ditangkap nelayan di sini biasanya langsung dijual. Padahal kalau diolah terlebih dulu, ada nilai tambah yang bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Terpisah, Asisten Deputi Pembinaan PKBL Kementerian BUMN, Upik Rosalina Wasrin, menyebutkan bahwa untuk setiap desa yang menjadi sasaran PKBL, hanya akan mendapat pendampingan dan bantuan selama dua tahun. “Kalau tidak begitu, nanti sifatnya malah terus amal saja. Padahal tujuannya dari PKBL ini adalah membentuk masyarakat yang sepenuhnya mandiri secara ekonomi,” ujar Upik. (Humas/fan)



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024