Bung Rendra: Jaga Selalu Kwalitas Tembakau
Donomulyo (5/9) Petani tembakau tak perlu khawatir dengan semakin tingginya produksi tembakau. Asal petani selalu menjaga kwalitas produknya, akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pabrik untuk membeli termbakaunya. Tegas Bupati Malang, H. Rendra Kresna saat berdialog dengan petani tembakau usai melakukan panen raya tembakau di Desa Purwodadi, Kec. Donomulyo, Rabu (3/9)
Lebih lanjut Bupati menanggapi pertanyaan Kades Purwodadi, Suyono, yang juga petani tembakau. “Dengan semakin terjaganya kualitas, tentu saja pabrik tidak akan begitu saja melepas hasil pertanian dari sini. Karena mereka butuh petani juga. Nah dengan hubungan yang saling membutuhkan tersebut, hendaknya pabrik juga bisa memberikan harga yang pantas untuk petani. Agar mereka juga sama-sama diuntungkan.
“Keberlangsungan perekonomian masyarakat Desa Purwodadi akan bisa didukung dengan Semakin meningkatnya produk tembakau diwilayah tersebut. Jika dulu tanah pertanian hanya bisa ditanami padi saat musim penghujan. Dan tanaman sela seperti jagung dan palawija. Itupun hasilnya juga kurang menghasilkan sehingga warga di saat musim kemarau banyak yang mencari kerja di tempat lain. Nah, sekarang kan kondisinya sudah lain. Di musim kemarau masyarakat sibuk dengan pertanian tembakaunya. Apalagi seperti yang dikatakan kadesnya tadi kalau satu hektar tembakau bisa menghasilkan pendapatan Rp 50 Juta kotor per tahun,” terang Bung Rendra mengutip pernyataan Kades Purwodadi.
“Jika kita perhitungkan lagi nilai sebesar itu kita hanya membutuhkan waktu 3-4 bulan, sedangkan sisa waktu tanam masih bisa dimanfaatkan untuk tanaman lain seperti padi dan palawija.”
Seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Ir. Purwanto, pertanian tembakau di Kecamatan Donomulyo adalah yang terluas bila dibandingkan dengan wilayah lain di Kabupaten Malang yang juga berpotensi untuk tanaman musiman yang satu ini. “Luasan lahan yang ada disini mencapai 320 ha, beberapa kecamatan yang juga berpotensi adalah Kec. Sumber Pucung, Kec. Kromengan, Kec. Wonosari, Kec. Tumpang, Kec. Poncokusumo dan Kec. Jabung.”
Dengan luasan yang ada tersebut, Kadistanbun optimis untuk bisa dikembangkan lagi. “PT Sadana yang merupakan anak perusahaan PT Sampoerna Tbk yang juga telah menjadi mitra bagi petani yang ada di Desa Purwosari, berencana membangun gudang disini jika luasan lahan tembakau telah meningkat menjadi 500 ha. Hal ini tentu saja akan menguntungkan bagi petani tembakau yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Karena dengan demikian, mereka tidak perlu harus mengirimkan hasil tembakaunya ke gudang yang ada di Blitar. Dengan begitu petani juga bisa menekan ongkos pengiriman barana,” Jelas Kadistanbu. (Humas/ind)






