Ramadan In Campus Tingkatkan Penghayatan Mahasiswa
Kepanjen (8/8)-Bulan Ramadhan ini, STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Kepanjen kembali menggelar kegiatan Ramadhan In Campus. Gelaran ini merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti para mahasiswa. Tahun ini ada 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa semester 2 program S-1 dan calon mahasiswa baru.
Aktifitas inti yang dilaksanakan dalam kegiatan sehari penuh ini semuanya bernuansa religi."Hal ini untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan mahasiswa dalam beragama sekaligus meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Para mahasiswa melakukan istighosah, mendapatkan siraman rohani dan menyantuni anak yatim," jelas Ketua STIKES, dr. Abdurrahman,M.Kes, Rabu (8/8).
Sementara itu, acara buka bersama anak yatim dan dhuafa yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang juga berlangsung khidmat. Acara yang diwarnai dengan pemberian santunan bagi anak yatim dan siswa miskin itu dipusatkan di pendopo Dinas Pendidikan di Kepanjen.Para pesertanya terdiri dari kepala SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Malang, kepala UPTD dan pengawas.
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Malang, Edi Suhartono mengatakan, nominal santunan yang diberikan kepada para anak yatim dan siswa miskin se Kabupaten Malang ini mencapai Rp. 977 juta lebih. Dana ini dikumpulkan oleh BAZ (Badan Amil Zakat) di Diknas.Bantuan tersebut telah diberikan secara serentak kepada 13.280 penerima se-Kab. Malang. "Dana ini kami ambil secara serentak dari para guru TK,SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Malang. Alhamdulillah jumlahnya sampai sebanyak itu," katanya.
Menanggapi hal ini, Bupati Rendra Kresna meminta agar jumlah santunan yang diberikan bisa lebih besar. Pasalnya jumlah gaji yang dibayarkan Pemkab Malang kepada para guru melalui Diknas mencapai Rp.700 milyar lebih."Kalau dihitung 2,5% saja, mestinya itu infaqnya atau zakatnya itu sekitar Rp.20 milyar ya?," kata bupati bertanya setengah menyindir dan disambut tawa para hadirin.
Sementara itu KH.Mahmud Zubaidi yang memberikan tausiyah pada hari itu mengatakan peran penting para pendidikan. Pendidikan secara simbolis telah ditunjukkan dalam al quran surat Al Alaq. Kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Malang ini mengatakan, ini berarti bahwa belajar atau pendidikan itu harus dilakukan terlebih dahulu sebelum yang lain. Hal inilah yang kemudian mendudukkan guru sebagai manusia sebaik-baiknya yang berjalan di muka bumi seperti yang disebut rasulullah. (Humas/Ali SM)







