Berita

Rombongan Program JENESYS diterima Bupati Malang

 | dibaca 611 kali


Malang, (13/7) Empat pemuda Jepang yang turut dalam program Japanese youtths Under tha Japang-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) diterima Bupati Malang, H. Rendra Kresna  di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jum’at (13/7) usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD  di Kepanjen.
Mereka adalah Ide Tsuyoshi, dari Fisheries Promotion Division, Fisheries Bureau, Agriculture, Forestry and Fisheries Depertement, Wakayama Prefectural Government, Watari Tomoko yang merupakan senior officer dari Local Industry PromotionDivision, Departement of Commerce, Labor and Industry, Gifu Prefecture, Watanabe Yayoi dari Citizen Affairs Division, Citizen Affairs Bureau, Citizen and Culture Departement, Shizuoka City, dan Narita Tomohide dari General Affairs Section, General Affairs Departement, City of Muroran. Mereka berempat juga didampingi oleh Kawabata Emiko yang merupakan Deputy Country Director International Exchanges Division, International Exchanges Departement, Japan International Cooperation Center (JICE) dan Ochiai Toshihide  dari JICE yang juga menjadi penerjemah bahasanya.
Seperti disampaikan  Emiko Kawabata, kunjungan mereka ke Kabupaten Malang adalah untuk melihat lebih dekat kondisi pemerintahan daerah otonom, terutama penanganan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD)  di Kabupaten Malang. Karena mereka juga telah mendengar bahwa Kabupaten Malang menjadi salah satu penerima award dari JPIP. Melalui pertemuan ini pula Pemerintah Jepang dan Indonesia khususnya di Kabupaten Malang  bisa saling mengetahui persamaan dan perbedaan kondisi masing-masing serta bertukar pendapat mengenai issue dari masing-masing pihak. Dan yang lebih penting adalah untuk memperdalam hubungan interaksi di masa mendatang.
Mengawali sambutannya, Bupati Malang, H. Rendra Kresna menceritakan tentang bagaimana profil dari Kabupaten Malang sendiri, bagaimana kondisi wilayah, masyarakatnya yang agraris dan indah dengan wisata gunung dan pantai.  terutama tentang penanganan BLUD yang ada di Kabupaten Malang, “Orang China bilang Kabupaten Malang fengsuinya adalah bersandar ke gunung menghadap kelautan.”
Terkait penanganan BLUD di Kabupaten Malang, menurut Bupati, sebelum bernama BLUD masalah ini di tangani oleh kelompok kerja (Pokja) yang menangani dana bergulir yang berhak mendapat pinjaman dana bergulir tersebut antara lain adalah petani, peternak, nelayan dan pedagang usaha kecil. “Dananya sendiri berasal dari APBD Kabupaten Malang, awalnya peminjam dikenakan bunga 7 % per tahun. Namun setelah lunas yang 4 % dikembalikan kepada peminjam sebagai hasil tabungan mereka. Dengan kata lain mereka hanya dikenakan bunga 3 % saja per tahun.”
“Setelah bertahun-tahun program ini dilaksanakan, Kabupaten Malang sempat dinilai LSM melakukan bank gelab karena seharusnya hal tersebut menjadi tugas dari lembaga keuangan bukan oleh Pemerintah Daerah. Maka dari itu, kita akhirnya bekerjasama dengan Bank Jatim. Tapi karena dengan kerjasama ini kurang menguntungkan bagi Pemda, maka akhirnya kita membentuk BLUD dan ditangani oleh Dinas Koperasi dan UKM. Dampak positifnya, dana tersebut terus kita gulirkan baik kepada koperasi maupun kepada perorangan atas dasar rekomendasi dari dinas terkait. Akhirnya banyak bank yang meniru cara kita dalam menggulirkan dana kepada kelompok-kelompok usaha kecil. Bagi BLUD sendiri tidak hanya pinjaman yang diberikan,  tapi juga pembinaan, penyuluhan, assistensi bagaimana agar koperasi lebih maju dan berkembang, diharapkan nantinya mereka menjadi mandiri,” terang Bung Rendra. (Humas/ind)
 



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Merdeka Timur No. 3, Malang - Telp. (0341) 326209,343154 - Fax. (0341) 326791