Berita

Sampah Bukan Lagi Momok

 | dibaca 1580 kali


    Malang (23/4)- Menyongsong penilaian  Adipura Kencana tahun 2011-2012 di Kabupaten Malang telah dilakukan evaluasi lapangan oleh Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan sampah Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ir. Sudirman, MM  beserta rombongan di wilayah Kepanjen. Juga untuk melihat sejauh mana persiapan Kota Kepanjen dalam penilaian Adipura. Dan  pada hari Jum’at (20/4) telah dilakukan penyampaian hasil evaluasi oleh tim terkait pengelolaan lingkungan di ruang Rapat Anusapati Pemkab.Malang, yang dihadiri oleh Bupati Malang H. Rendra Kresna beserta pejabat di lingkungan Pemerintah Kab.Malang dan Ketua Tim Penggerak PKK Kab.
    Dalam sambutannya Bupati Malang menyampaikan Pemkab. Malang menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen bersama masyarakat dan swasta untuk senantiasa melestarikan dan menjaga fungsi lingkungan hidup guna mewujudkan kota yang bersih, lestari (berseri), sehat dan teduh. Pemerintah Kab. Malang telah melakukan inovasi-inovasi yang berbasis masyarakat antara lain: pengelolaan limbah kotoran sapi sebagai energi terbarukan dengan memanfaatkan biogas sebagai energi alternatif.  Pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Pengelolaan sampah perkotaan yaitu TPA Wisata Edukasi Talangagung yang menampung sampah dari Kota Kepanjen dan Ibukota Kecamatan Pakisaji, Sumber Pucung, Kromengan, Wonosari, Dampit serta Turen dengan menggunakan metode urug terkendali (controlled landfill). Harapannya kedepan Pemerintah Kab. Malang bersama masyarakat akan terus mengembangkan inovasi teknologi berbasis sampah, sehingga dengan mengolah sampah dapat membawa manfaat bagi kelestarian lingkungan maupun untuk kesejahteraan masyarakat. “ Sampah tidak lagi menjadi momok tetapi sesuatu yang dibutuhkan,” harapnya.
Diharapkannya kehadiran Asisten Deputi Kementrian Lingkungan Hidup dapat dimanfaatkan sabaik mungkin sehingga Kab.Malang mampu betul-betul melaksanakan apa yang ditugaskan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan dengan empat pilarnya, yang salah satunya harus berbasis lingkungan hidup. Kepada para camat yang hadir Bupati berharap untuk dapat memanfaatkan ilmu sekaligus apa yang menjadi rancangan dari Kementrian Lingkungan hidup terhadap pembangunan secara nasional termasuk Kab. Malang secara keseluruhan. Sehingga nantinya seluruh kecamatan betul-betul bisa menerapkan pembangunan di kecamatan masing-masing dengan tidak meninggalkan lingkungan hidup.
“ Jangan sampai kemudian dalam membangun lingkungan hidup tetapi juga memberikan persoalan-persoalan. Justru dengan lingkungan hidup kita memberikan harapan-harapan baru pada masyarakat kita,” tegasnya.
    Pada paparan hasil evaluasi yang disampaikan oleh Ir. Sudirman, MM dijelaskan bahwa pada dasarnya Kota Kepanjen sudah memiliki nilai yang bagus. Namun kedepan tidak hanya kota urban saja yang menjadi objek penilaian, karena akan ditambahkan beberapa kecamatan plus yang memiliki nilai jual yang memiliki konektifitas dengan pariwisata, dan ini yang akan dikembangkan pada penilaian adipura tahun depan. Sejalan dengan Gerakan Bersih Negeriku tahun 2013 yang di back up  oleh lima kementrian yaitu : Kementrian Perhubungan dengan sasaran bandara udara, terminal, pelabuhan laut dan stasiun kereta api. Kementria Kesehatan dengan sasaran rumah sakit. Kementrian Pendidikan dengan sasaran sekolah-sekolah dengan lingkungannya yang bersih dan cantik. Kementrian Pekerjaan Umun dengan sasaran jalan dan sungai. Kementrian perdagangan dengan sasaran pasar-pasar tradisional.
    Dijelaskannya bahwa untuk dapat meraih Adipura Kencana kota tidak hanya bersih namun juga harus cantik, masyarakat ikut berperan serta dan memiliki pengelolaan energi alternatif. “Kota Kepanjen sudah cukup bagus tinggal di lipstick saja. Tambahkan pohon dan taman,” sarannya mengakhiri paparannya.
    Pada paparan hasil evaluasi yang disampaikan oleh Penanggung Jawab Adipura Dra. Melda Mardalina, M.Sc memberikan masukan terkait pengolahan sampah di TPST Sumedang - Kepanjen. Dijelaskan bahwa untuk dapat meraih Adipura Kencana harus memiliki beberapa kriteria: harus sudah memenuhi kriteria Adipura, salah satunya adalah taman kota, komposting. Kota harus bisa mengolah sampahnya min. 7 %. Pemanfaatan sampah untuk energi alternatif. Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau min. 20% dari luas wilayah. Pengelolaan pencemaran air limbah domestik. “ Kriteria-kriteria ini harus dilakukan oleh kota sedang dan kecil, sedangkan untuk kota metropolitan ditambah dengan pengendalian pencemaran udara. Kalau semua kriteria ini sudah terpenuhi maka Adipura Kencana dapat diraih. (Humas/gyo)



Home | Pasang Banner | Redaksi | Syarat & Kondisi

Visit & Enjoy of Kabupaten Malang - Copyright 2013 Pemerintah Kabupaten Malang
Jl. Panji No. 158 Kepanjen, Malang - Telp. (0341) 392024 - Fax. (0341) 326791 - 392024